Grandpa Jo, seorang petani dari Texas yang telah menghabiskan seluruh hidupnya merawat ladang dan ​peternakan yang luas, kini menghadapi tantangan besar. Usianya yang semakin tua dan kesehatan yang menurun ​membuatnya tak lagi mampu mengelola tanahnya. Setelah berpikir panjang, ia memutuskan untuk memanggil ​cucu-cucunya yang tersebar di seluruh dunia. Ia berharap kehadiran mereka dapat menghidupkan kembali ​pertanian yang telah lama terabaikan.


Ketika kelima cucunya tiba di Texas, mereka langsung terkejut dengan keadaan ladang dan peternakan yang ​sangat tidak terurus. Ladang-ladang yang dulunya subur kini dipenuhi gulma dan semak belukar. Bangunan-​bangunan yang dulu kokoh kini berkarat dan rusak. Banyak peralatan pertanian yang sudah tidak berfungsi, dan ​sistem irigasi yang dulu efisien kini bocor dan tidak berfungsi.


Menghadapi keadaan ini, kelima cucu—MJ yang bekerja sebagai Peneliti, Geo seorang Analis Keuangan, Ija ​seorang Pengamat Fashion, Adelio seorang Investor, dan Rory seorang Model—mulai membuat rencana. Mereka ​menyadari bahwa dengan hanya lima orang, pekerjaan ini terlalu besar untuk mereka tangani sendiri. Mereka ​memutuskan untuk menghubungi teman-teman dan kolega mereka, berharap dapat mengumpulkan sebanyak ​maksimal 40 orang sukarelawan.


In Character

In Character

Geo mulai merancang penataan kembali peternakan dan perawatan hewan ternak, sementara MJ, mengatur ​sistem penghijauan dan perkebunan menjadi subur kembali, Rory mengatur sistem irigasi dan membersihkan ​danau sehingga ikan ikan dapat kembali hadir, Adelio mengatur proses pengolahan hasil kebun dan ternak agar ​efektif dan terakhir Eliza mendistribusikan pengolahan sehingga peternakan mendapatkan hasil berupa uang ​untuk pengembangan peternakan dan perkebunan lagi.


Selama empat minggu kedepan, mereka bekerja keras, seringkali bekerja dari pagi hingga malam. Sukarelawan ​datang dari berbagai latar belakang dan negara, masing-masing membawa keahlian mereka sendiri. Para pelajar ​teknik membantu memperbaiki peralatan, ahli konstruksi memperbaiki bangunan, dan petani lokal memberikan ​wawasan tentang cara merawat tanaman dan hewan.


Melalui kerja sama dan tekad, mereka berhasil menghidupkan kembali pertanian Grandpa Jo. Tanah yang dulunya ​gersang diharapkan kedepannya dapat menunjukkan tanda-tanda kehidupan, bangunan-bangunan yang rusak ​diperbaiki, dan sistem irigasi yang baru dipasang mulai bekerja dengan baik.


Harapannya, dengan pertanian yang sudah diperbaiki, Grandpa Jo dapat kembali menjalani hari-harinya dengan ​lebih tenang, dan cucu-cucunya merasa bangga telah melakukan sesuatu yang berarti untuk kakek mereka dan ​warisan keluarga mereka, maka dari itu peternakan dan perkebunan Grandpa Jo ini diberi nama Aeterna Heritage.

Aeterna Heritage, merupakan Closed Agency Lokal/Local non point yang akan berjalan selama dengan latar ​belakang di tengah terik matahari Texas yang hangat.

Grandpa Jo memanggil lima cucunya yang tersebar di seluruh dunia untuk membantu menghidupkan kembali ​ladang dan peternakannya yang sudah lama terabaikan. Dengan semangat, kelima cucu—Geoffrey, Merrick-Jean, ​Elizabeth, Rory dan Adelio yang dapat disebut The Legatee—menciptakan rencana untuk mengelola pekerjaan ​yang sangat besar ini. Mereka memutuskan untuk merekrut maksimal 40 orang sukarelawan yang disebut The ​Altruism dan nantinya akan dibagi dalam lima kelompok, masing-masing berfokus pada aspek berbeda dari ​pertanian.


Setiap kelompok ditempatkan di area tertentu dengan cabin sebagai tempat tinggal mereka: Perkebunan, ​Peternakan, Pemancingan Ikan, Pengolahan Makanan, dan Pengiriman. Setiap kelompok terdiri dari maksimal 8 ​orang dan masing-masing akan dibimbing oleh seorang mentor dari perwakilan The Legatee.

Tugas mereka terbagi menjadi misi mingguan, dan sistem penilaian dirancang untuk memotivasi mereka. Setiap ​minggu, seluruh peserta terlibat dalam kegiatan bersama, terutama game night yang menguji kerjasama dan ​kreativitas mereka. Keberhasilan misi mereka sangat bergantung pada partisipasi aktif dalam game tersebut. Jika ​5 hingga 7 anggota dari kelompok mereka berpartisipasi penuh, tugas akan dianggap selesai dengan sempurna, ​100%. Jika 3 hingga 4 orang ikut, mereka mencapai 75% dari tugas. Namun, jika hanya 1 hingga 2 orang yang ​berpartisipasi, hasilnya hanya 50%.



Out of Character

Out of Character

Seiring berjalannya waktu, para sukarelawan berjuang keras. Mereka memperbaiki sistem irigasi yang rusak di ​Perkebunan, merenovasi fasilitas di Peternakan, dan membersihkan area Pemancingan Ikan. Mereka juga ​mengatur proses di Pengolahan Makanan dan memastikan Pengiriman berjalan lancar. Dalam semangat gotong ​royong, mereka sering bekerja hingga larut malam, saling membantu dan berbagi ide, juga setiap minggunya ​mereka akan saling bertukar tim, bisa jadi kamu tetap di bagian Peternakan atau berubah ke bagian Perkebunan ​tiap minggunya.

Setiap akhir minggu, hasil kerja tiap tim diuji. Seluruh tim berkumpul untuk melihat perkembangan area mereka. ​Mereka menghias Perkebunan dengan tanaman yang telah tumbuh subur, memperbaiki dan menghias fasilitas ​Peternakan, menata dan membersihkan area Pemancingan Ikan, mengatur mesin-mesin pengolah makanan, dan ​mengorganisir truk pengiriman dengan baik.


Grandpa Jo, yang melihat semua usaha dan dedikasi cucu-cucunya dan para sukarelawan, merasa sangat ​terharu. Ladang dan peternakannya yang dulunya terbengkalai kini kembali hidup, siap untuk masa depan yang ​lebih cerah. Cucunya dan tim sukarelawan tidak hanya berhasil memulihkan warisan Grandpa Jo tetapi juga ​menciptakan kenangan indah yang akan mereka ingat selamanya.

Dalam dua minggu sekali akan dipilih The Awtrusome berdasarkan hasil voting The Altruism dan tiap minggu akan ​ada apresiasi bagi tim yang dapat menjalankan misi dengan target tercapai 100%

1.

2.

3.

Account

Satu akun hanya boleh untuk satu individu dan diharap ​dapat ikut berpartisipasi secara aktif kegiatan yang ada.

Batas maks following adalah 110, sudah termasuk akun ​utama @aetertage, sub akun @grandpajoho, The ​Legatee, dan seluruh The Altruism.

Menggunakan username yang sesuai dengan karakter ​dan terdiri dari huruf kecil (lowercase). Tidak ​diperkenankan untuk menggunakan angka dan garis ​bawah (underscore/_), namun diperbolehkan untuk ​mengganti huruf l dengan huruf i kapital (I).

Contoh :

@dualipa ✅

@duaIipa ✅

@dua_lipa ❌

@dualip4 ❌

Sertakan The Altruism di profile.


4.

Character

Diharapkan untuk memiliki kelengkapan data diri, ​termasuk klaim wajah dan latar belakang yang jelas. ​Batas usia maksimum antara klaim wajah dan karakter ​adalah 3 tahun lebih muda atau lebih tua.

Semua klaim wajah diterima selain karakter 2D dan klaim ​wajah yang dilarang (Forbidden FC) untuk digunakan ​sebagai kebutuhan roleplaying.

Penggantian klaim wajah hanya bisa dilakukan 1 kali.

Love wins! Segala jenis orientasi seksual (LGBTQ+) ​diterima.


1.

2.

3.

4.

1.

General

Dihimbau untuk melakukan interaksi secara real-time ​dan tidak menumpuk mention lebih dari 2x24 jam.

Menjaga keadaan linimasa untuk tetap PG-15. Konten ​sensitif (NSFW) hanya diperbolehkan pada pukul 23.00 ​WIB hingga 04.00 WIB.

Diwajibkan untuk menggunakan Trigger Warning (TW) ​atau Content Warning (CW) ketika menyebut atau ​membawa topik sensitif. Harap untuk selalu mengecek ​Phobia List yang ada.

Contoh :

TW // blood , darah

CW // serangga , insect

Jika ingin melakukan interaksi dengan outsider (termasuk ​shout out kepada BA), usahakan untuk menempatkan ​username mereka di awal posting.

Contoh :

@akuoutsi whoik, adakah info?

@aku_BA [Penulis] keren sekali, terima kasih!

@aku_BA

[Penulis] keren sekali, terima kasih!


2.

3.

4.

Activity

The Altruism dianggap tidak aktif jika tidak melakukan ​interaksi setelah masa hiatus telah habis dan tidak ​berinteraksi secara aktif selama 2 hari berturut-turut (di ​luar dari re-post, mengobrol dengan selain The Altruism, ​melakukan shout-out, dan hanya menyapa singkat ​kemudian hilang tanpa ada obrolan lanjutan tidak ​termasuk ke dalam interaksi).

Diwajibkan untuk menghubungi Activity Checker jika ​terdapat kendala (rusak, terkunci atau ditangguhkan) ​terhadap akun yang digunakan dalam kurun waktu 2x24 ​jam.

The Altruism dapat mengajukan hiatus kepada Activity ​Checker dengan memberikan alasan yang jelas. Masa ​hiatus maksimal 3 hari untuk setiap batch.


1.

2.

3.

Prohibitions

1.

Selama menjadi The Altruism tidak diperbolehkan untuk menjadi member atau admin dari agensi lain.

Dilarang melakukan Face-Chasing dan melakukan Fangirling/Fanboying secara OOC. Diperbolehkan jika secara IC ​merupakan seorang Fangirl/Fanboy dengan catatan tidak berlebihan.

Dilarang mengutip atau memposting ulang cuitan outsi

Dilarang selektif dalam berinteraksi.

Dilarang OOC terlalu sering, berinteraksi yang dapat menyinggung suatu kelompok atau individu, melakukan reuni dan ​inside jokes, bertukar sosial media pribadi atau platform lain serta membuat grup tanpa sepengetahuan The Legatee.

Dihimbau untuk tidak menggunakan layout squad bersama The Altruism, namun penggunaan layout couple masih ​diperbolehkan.

Dilarang melakukan Temporary Swap (TS), kecuali untuk keperluan event atau game night dengan izin The Legatee.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Berapa saja presentase pertimbangan The Legatee dalam ​memilih The Altruism?

Untuk presentase pertimbangan terdiri dari :

- 40% Form

- 40% PDKT

- 10% Kelengkapan Profil

- 10% Track Record


Apakah akun baru dan tidak memiliki side akun yang ​aktif sebelumnya memiliki kesempatan untuk ​bergabung?

Akun baru tanpa side akun yang aktif pasti memiliki ​kesempatan bergabung. Dengan dilihat dari interaksi dan ​keaktifan dari akun baru yang digunakaan. Akan menjadi ​poin lebih jika ikut PDKT dengan kami.

Apakah akun yang terlambat PDKT masih ada ​kesempatan untuk bergabung?

Tentu saja! Sebagaimana yang kita sebutkan di ​pertanyaan pertama bahwa kemungkinan untuk diterima ​tidak hanya dilihat melalui PDKT namun juga dari ​pengisian formulir registrasi, track record dan ​kelengkapan profil.

Jika profil belum lengkap atau siap saat proses screening ​dilakukan, apakah hal tersebut berpengaruh dalam ​penilaian?

Meskipun presentase hanya sekitar 10% namun diharapkan ​untuk minimal seperti profil dasar karakter sudah ada ya, kalau ​kata pepatah bahwa tak kenal maka tak sayang.

Bagaimana cara The Legatee dalam menentukan karakter ​dengan klaim wajah utama nantinya?

Penilaian sesuai dengan poin yang sudah kami sebutkan ya. ​Jika terdapat dua karakter dengan skor penilaian yang sama ​maka akan kami tinjau kembali dari pengisian alternatif klaim ​wajah yang ada di form registrasi.















The Legatee

Caretakers

The Altruism

Members

Have a Hoot (HAH)

Game Night

Shenanigans

Mini Game

Jam Session

Radio

The Awtrusome

Member of the ​Week

Harvest Heroes

Team of the Week

Merrick-Jean Houston, a 28-year-old recent agricultural science graduate ​from the University of Washington, was inspired by his grandfather, Jo ​Houston, who was a renowned farmer and plantation owner. His passion for ​plants and gardening led him to pursue a career in agricultural research in ​Washington after graduation, where he worked on innovative farming ​technologies.


However, Merrick's life took a turn when he learned about his grandfather's ​illness and the deteriorating state of the family's Texas plantation. ​Reluctantly leaving his job, he returned to Texas to restore the struggling ​plantation. Balancing modern techniques with family legacy, Merrick faced ​challenges such as outdated infrastructure and declining productivity.


Despite initial difficulties, Merrick persevered, applying his knowledge to ​breathe new life into the plantation. Through this experience, he gained ​insights into resilience, hard work, and the importance of family heritage. ​Each obstacle he overcame and every plant he nurtured became a ​meaningful part of his journey towards preserving his family's legacy.

She got the name Elizabeth simply because it’s her mother’s long lost ​friend’s middle name. It’s made them grow as a mom-daughter and a ​friend. But puberty gets them in distance, she starts to not tell her mom ​about her day. Nor about her love life. Years later when she just turned 20, ​she realised how much she loves her mom. They now became friends ​again. She spends most of her free time travelling with her mom. Trying ​new foods, exploring new places, and doing fun things together.


Now she’s 27, she had a lot of fun doing her job in the fashion industry. She ​had enough and is now trying to switch-carrier. At the same time she heard ​that her grandpa needs her help on Grandpa’s heritage farm. With a smile ​on her face, she packed up her things and went to Texas. It was her child-​dream to live in the country-side. Woke-up in a wood house, welcoming ​the prettiest sun that just rises, cooks her own harvest, and many more.


Well, a dream was just a dream. The reality she faced when she came to ​Texas was not as beautiful as what she imagined. Seeing the condition of ​Grandpa's farm made her down a bit. But she always does what she is ​committed to. In just a few days, she’s already in love with Aeterna ​Heritage. Farming already became her thing.


Adelio Roscoe Houston and Zaerisha Rory Houston were born on August 17, ​2002, in the beautiful small town of Carmel-by-the-Sea. Although only ​three minutes apart, Adelio was born first, making him the older sibling of ​the twins. Their lives began with a unique challenge, as they never knew ​their mother. Their mother, who was of Korean-Indonesian descent, ​passed away during childbirth. Their father, a strong-willed Western man, ​raised them with love and care in this peaceful town.


Adelio and Rory grew up without want. They had access to good education ​and lived in a nurturing environment.


Adelio, often called Iyo, became a shareholder in the company owned by ​their maternal grandfather in Indonesia. Additionally, he owns a bookstore ​that was given to him by his grandmother. Due to his involvement in the ​family business, Adelio frequently travels to Indonesia to manage and ​oversee these ventures.



Geoffrey Elroy Houston was born in New York City, where he was immersed in a ​world of high finance and urban sophistication. Raised by ambitious parents ​who had left their Texan roots behind in pursuit of the American Dream, ​Geoffrey's life was a blend of city living and relentless drive.


Despite his city upbringing, Geoffrey's heritage beckoned from the quiet ​expanses of Texas, where his grandfather, Grandpa Jo, oversaw a sprawling ​farm and verdant orchards. When news of Grandpa Jo's failing health reached ​Geoffrey, he felt a deep pull to return to his ancestral home, where his past ​and future converged in a poignant journey.


Upon arriving in Texas, Geoffrey was captivated by the sunlit fields and the ​gentle rustle of oak trees, a stark contrast to the urban sprawl he was ​accustomed to. Embracing the rural way of life, he discovered a profound ​connection to his family's legacy, learning to appreciate the symbiotic ​relationship between the land and its caretakers.


As Geoffrey immersed himself in the rhythms of farm life, he found solace in ​the unassuming beauty of the Texas plains. Through this experience, he began ​to reconcile the fast-paced world he knew with the enduring values of his ​heritage, realizing that his journey was about harmonizing the past and ​present to create a future where both could flourish in harmony.

Zaerisha Rory Houston was born in Carmel-by-the-Sea on August 17, 2002, ​just three minutes after her twin, Adelio. Adelio and Rory inherited a unique ​blend of heritage from their parents: Korean and Indonesian from their ​mother, and Western from their father. They grew up in a loving environment, ​though they never experienced their mother's affection after being born into ​the world.


From a young age, Rory and Adelio shared a very close bond. Rory, known for ​her natural talent in front of the camera, decided to pursue a career in ​fashion. Through hard work and dedication, Rory began to gain recognition in ​the fashion industry and frequently traveled to various places, including ​South Korea, which is her mother's homeland.


Despite her busy modelling career, Rory always makes time to return to ​Texas. There, she helps her grandfather take care of the family’s heritage ​farm. These moments are precious to Rory, as she feels a reconnection with ​her roots and the family that has always been there for her, especially Adelio.


For Rory, coming home is not just a break from her hectic schedule but also a ​time to celebrate family ties and honor the memory of her mother, who has ​always guided them from afar. Amid the glitter of the fashion world, Rory ​finds peace and strength in the togetherness of her family and the cherished ​heritage they uphold with love.